Monthly ArchiveMei 2017

Jiwasraya Knowledge Sharing : Mengelola Investasi dengan Tepat

Jiwasraya Knowledge Sharing (JKS) 48 yang rutin dilaksanakan setiap bulan di Jiwasraya kembali membuat gebrakan dengan mengusung tema yang sangat menarik. Kali ini tidak tanggung-tanggung, karena materi yang berkaitan dengan investasi, tentu banyak mengundang rasa keingintahuan dari audience yang hadir. Selain itu, JKS 48 kali ini juga makin semarak dengan beragam hadiah-hadiah menarik yang ditawarkan Jiwasraya dan PT. Indo Premier Investment Management, antara lain berupa undian Grandprize 15 Lot investasi Reksadana ETF XISC setara Rp 1 Juta untuk 5 orang pemenang, Voucher Belanja dan beragam hadiah lainnya. JKS 48 dilaksanakan di Ruang Galeri, Kantor Pusat Jiwasraya pada Jumat, 7 April 2017.
Hadir dalam acara tersebut General Manager Operasional & Pelayanan, Danang Suryono yang turut membuka JKS 48 secara resmi. Beliau juga menyampaikan sebuah pepatah lama yang menurutnya keliru yakni menabung pangkal kaya, karena tabungan masih tergerus dengan adanya inflasi tiap tahun. Untuk itu dibutuhkan kiat dalam berinvestasi dengan tepat.
Tema yang diangkat dalam JKS 48 kali ini adalah “Bagaimana Mengelola Investasi yang Tepat” yang dibawakan langsung oleh Chief Investment Officer and Director PT. Indo Premier Investment Management, Ernawan Rahmat Salimsyah, CFA yang akrab disapa Pak Awan. Sebelumnya, beliau memulai karir pada 2003 sebagai Portofolio Manager di PT. Danareksa Investment Management. Beliau Lulusan Matematika Sains (S.Si) Institut Teknologi Bandung dan meraih Master of Applied Finance (MappFin) dari University of Newcastle, Australia. Pria yang sudah memakan asam garam pasar modal ini sudah mengantongi beberapa profesional kualifikasi, yakni sebagai Analis Keuangan, Investment Manager Representative dan Lisensi Broker.
Dalam materi yang disampaikan, Pak Awan memaparkan bagaimana sesungguhnya keadaan ekonomi secara makro global dan makro nasional Indonesia. Ada beberapa indikator dalam menganalisa perekonomian yakni secara analisis tekhnikal, sentimen dan fundamental, namun penekanan lebih diutamakan pada analisis fundamental yang melihat lebih banyak keadaan makro ekonomi dan politik suatu negara yang kemungkinan berpengaruh pada pergerakan saham. Masih banyak lagi hal-hal yang disampaikan dan banyak sekali pengetahuan baru di JKS 48.
Untuk itu kita tunggu Sharing Knowledge lainnya di JKS 48 selanjutnya.

Asuransi Jiwasraya Luncurkan JS Mikro Sahabat

Jakarta – PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bersama PT Kioson Komersial Indonesia (Kioson), perusahaan O2O e-commerce berbasis aplikasi, meluncurkan produk Asuransi JS Mikro Sahabat. Sebuah produk asuransi mikro dengan manfaat yang cukup besar. JS Mikro Sahabat ini ditujukan bagi kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang ingin mendapatkan proteksi asuransi dengan biaya yang murah. Cukup dengan membayar premi sebesar Rp 50 ribu peserta akan mendapatkan manfaat asuransi selama 1 (satu) tahun berupa:

Meninggal dunia bukan karena kecelakaan, dibayarkan sebesar Rp. 5.000.000,-. Meninggal dunia karena kecelakaan, dibayarkan sebesar Rp. 30.000.000,-. Dan biaya evakuasi meninggal dunia karena kecelakaan, maksimal dibayarkan sebesar Rp.2.500.000,- Selain berpremi rendah, keunggulan lain dari produk JS Mikro Sahabat ini diantaranya mudahnya persyaratan yang diberlakukan yaitu cukup dengan mengisi data diri (nama lengkap, umur, nomor KTP, nomor Handphone) dan masih dalam rentang usia 17 tahun hingga 69 tahun.

Disamping itu, pembayaran atas klaim asuransi terbilang cukup cepat yaitu selama maksimal 10 hari kerja setelah prosedur dan syarat pengajuan klaim diterima secara lengkap dan klaim disetujui di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). “Peluang pasar asuransi masih sangat besar mengingat sampai dengan saat ini masih banyak masyarakat terutama kelas ekonomi menengah ke bawah yang membutuhkan jaminan asuransi, namun masih banyak terkendala premi yang cukup tinggi,” ujar Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hendrisman Rahim di Jakarta Senin (8/5).

Berdasarkan data AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia), saat ini masih ada sekitar 93 persen dari total penduduk Indonesia sekitar 255 juta jiwa yang belum terjangkau oleh pasar asuransi jiwa. “Dengan memperkenalkan JS Mikro Sahabat Mikro Sahabat melalui Kioson, masyarakat kelas menengah ke bawah akan lebih mudah menjangkau serta mengambil manfaat produk asuransi, apalagi bagi mereka yang memiliki kesulitan dalam segi akses. Melalui kerjasama dengan Kioson, masyarakat bisa menikmati layanan JS Mikro Sahabat yang dapat ditemukan di warung, toko kelontong maupun kios yang telah menjadi mitra Kioson,” jelasnya.

Untuk mendapatkan produk asuransi ini, masyarakat atau calon nasabah hanya perlu mendatangi Mitra Kioson (warung, kios, toko klontong yang memiliki logo atau tanda Kioson). Selain itu, kerjasama ini juga sekaligus memberikan peluang baru bagi Kioson. Sebab dengan adanya produk asuransi, produk-produk yang disediakan oleh Kioson semakin lengkap.

Seperti yang diungkapkan oleh CEO dan Co-Founder Kioson Jasin Halim, penunjukan Kioson sebagai rekanan dalam pendistribusian produk JS Mikro Sahabat, dinilai sangat pas, start-up O2O e-commerce, memiliki model bisnis yang berbeda dengan yang lainnya. “Kioson yang selama ini menjadi menjadi mitra bisnis para pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya, tumbuh menjadi perusahaan e-commerce yang memiliki jaringan luas, terutama di kota lapis kedua. Sehingga kerjasama antara PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Kioson Komersial Indonesia, akan menguntungkan bagi keduanya,” ucapnya. Saat ini produk JS Mikro Sahabat sudah tersebar secara nasional dan secara khusus berada di jaringan mitra Kioson yang kuat di kota lapis kedua. (Juna)

Desa Pandanwangi Soko, Sentra Kerajinan Tangan dari Bambu

Geliat industri di Desa Pandanwangi Kec. Soko Kab. Tuban menjadi sentra kerajinan sangkar burung di Kecamatan Soko. Hal tersebut nampak pada banyaknya jumlah pengerajin mencapai ratusan lebih yang tersebar pada satu desa Tersebut.

“Kreatifitas warga Desa Pandanwangi bagus, berbahan limbah kayu jati dapat dijadikan produk bernilai ekonomi cukup tinggi,” Selain itu juga pandanwangi memproduksi Dingklik (Tempat Duduk) Panjang yang keseluruhan bahannya di buat dari bambung. Produk Dingklik ini sudah tersebar di seluruh wilayah di indonesia karena kwalitas dan nilai fungsinya yang sangat ekonomis, Produk dingklik ini dapat di temukan di kota kota misalnya di kedai kedai warung kopi baik di kota Tuban sendiri maupun di Kab. Bojonegoro yang mana hampir keseluruhan tempat nongkrong Kopian di Bojonegoro banyak menggunakan produk ini.

Produk dingklik ini sangat mempunyai nilai ekonomis yang tinggi disamping manfaatnya untuk bersantai bareng keluarga di rumah juga bisa. Ada banyak motif dingklik yang terbuat dari bahan banbu ini yang di produski oleh Masyarakat Pandanwangi ini dengan jaminan kwalitas dan nilai guna yang tinggi. Bila anda berniat untuk menghiasi Teras rumah anda dengan Produk kerajinan tangan ini sangatlah cocok untuk keluarga anda bersantai dirumah.

Bila anda berencana untuk Membeli maupun memesan produk kerajinan tangan Dingklik ini anda dapat langsung Datang ke Desa Pandanwangi Kec. Soko Kab. Tuban yang mana langsung bertatap muka dengan Para pengrajin Kerajinan tangan tersebut.

Data Kecamatan Soko pada tahun 2013, jumlah pengerajin sangkar dari Desa Pandanwangi tercatat 168 orang. Sementara pada 2014 menurun sekitar 20 persen menjadi 134 orang yang menggeluti usaha kerajinan sangkar burung.

Penyerapan tenaga kerja selama dari tahun 2013 dan 2014 terbilang cukup tinggi. Pada tahun 2013 tenaga kerja yang terserap pada pembuatan kerajinan sangkar burung mencapai 197 dan tahun 2014 menyerap 134 tenaga kerja.

Sangkar burung produksi warga Desa Pandan wangi tersebut sudah dipasarkan di beberapa daerah di sekitar Tuban. Produksi sangkar dalam satu minggu mencapai ratusan baik sangkar kasar atau belum diperhalus dan sangkar halusan.

Bila anda berencana untuk membeli sangkar burung dalam jumlah banyak maupun sedikit anda dapat langsung pergi ke Desa Pandanwangi Kec. Soko kab. Tuban dan langsung bertatap muka dengan peng