Jiwasraya Knowledge Sharing : Mengelola Investasi dengan Tepat

Jiwasraya Knowledge Sharing : Mengelola Investasi dengan Tepat

Jiwasraya Knowledge Sharing (JKS) 48 yang rutin dilaksanakan setiap bulan di Jiwasraya kembali membuat gebrakan dengan mengusung tema yang sangat menarik. Kali ini tidak tanggung-tanggung, karena materi yang berkaitan dengan investasi, tentu banyak mengundang rasa keingintahuan dari audience yang hadir. Selain itu, JKS 48 kali ini juga makin semarak dengan beragam hadiah-hadiah menarik yang ditawarkan Jiwasraya dan PT. Indo Premier Investment Management, antara lain berupa undian Grandprize 15 Lot investasi Reksadana ETF XISC setara Rp 1 Juta untuk 5 orang pemenang, Voucher Belanja dan beragam hadiah lainnya. JKS 48 dilaksanakan di Ruang Galeri, Kantor Pusat Jiwasraya pada Jumat, 7 April 2017.
Hadir dalam acara tersebut General Manager Operasional & Pelayanan, Danang Suryono yang turut membuka JKS 48 secara resmi. Beliau juga menyampaikan sebuah pepatah lama yang menurutnya keliru yakni menabung pangkal kaya, karena tabungan masih tergerus dengan adanya inflasi tiap tahun. Untuk itu dibutuhkan kiat dalam berinvestasi dengan tepat.
Tema yang diangkat dalam JKS 48 kali ini adalah “Bagaimana Mengelola Investasi yang Tepat” yang dibawakan langsung oleh Chief Investment Officer and Director PT. Indo Premier Investment Management, Ernawan Rahmat Salimsyah, CFA yang akrab disapa Pak Awan. Sebelumnya, beliau memulai karir pada 2003 sebagai Portofolio Manager di PT. Danareksa Investment Management. Beliau Lulusan Matematika Sains (S.Si) Institut Teknologi Bandung dan meraih Master of Applied Finance (MappFin) dari University of Newcastle, Australia. Pria yang sudah memakan asam garam pasar modal ini sudah mengantongi beberapa profesional kualifikasi, yakni sebagai Analis Keuangan, Investment Manager Representative dan Lisensi Broker.
Dalam materi yang disampaikan, Pak Awan memaparkan bagaimana sesungguhnya keadaan ekonomi secara makro global dan makro nasional Indonesia. Ada beberapa indikator dalam menganalisa perekonomian yakni secara analisis tekhnikal, sentimen dan fundamental, namun penekanan lebih diutamakan pada analisis fundamental yang melihat lebih banyak keadaan makro ekonomi dan politik suatu negara yang kemungkinan berpengaruh pada pergerakan saham. Masih banyak lagi hal-hal yang disampaikan dan banyak sekali pengetahuan baru di JKS 48.
Untuk itu kita tunggu Sharing Knowledge lainnya di JKS 48 selanjutnya.

Junaidi administrator

Leave a Reply