Uncategorized

Kemendes Launching Buku Menuju Desa Mandiri dan Jelajah Desa Nusantara

Menuju Desa Mandiri dan Jelajah Desa Nusantara merupakan dua judul buku yang akan di resmikan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) Jakarta, Rabu (07/12/2016).

Buku yang berjudul Menuju Desa Mandiri ini tidak sekedar hanya menceritakan sejumblah kisah sukses dari desa, namun Buku ini juga menyajikan pesan kebijakan dan pengetahuan para pemikir, tetapi yang jauh lebih berharga, buku ini secara induktif menyuguhkan narasi kecil tentang pengetahuan, gerakan dan kebijakan yang diprakarsasai oleh desa.

Buku yang launching di balai Makarti Muktitama pada malam rabu ini menyajikan berbagai teladan baik dari desa, yang dalam teori inovasi disebut sebagai best practices, sebuah cara untuk menularkan inovasi melalui pembelajaran horizontal dan perluasan (scaling up) melalui kebijakan.

Sekretaris Jendral Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi, berharap dengan adanya buku ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk membangun desa, “Semoga kehadiran dua buku ini menjadi duta Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi yang akan mewartakan kepada masyarakat tentang apa yang sudah kami lakukan dan bagaimana dharma dan bhakti yang kami berikan memberikan manfaat terbaik untuk desa” ujarnya.

Selain buku berjudul Menuju Desa Mandiri, Buku berjudul Jelah Desa Nusantara yang juga dilaunching ini menyajikan kumpulan dari dokumentasi dua Menteri yaitu Marwan Jafar dan Eko Putro Sandjojo dalam setiap kunjungan kerja. Lebih banyak menampilkan foto ke daerah-daerah dalam upaya melakukan pengecekan langsung penggunaan dana desa langsung di lokasi. http://setjen.kemendesa.go.id/index.php/view/detil/79/kemendes-launching-buku-menuju-desa-mandiri-dan-jelajah-desa-nusantara

Humas Lintas Kementerian Sepakat Sosialisakan Penggunaan Dana Desa

Jakarta – Sebagai program yang baru lahir di era Pemerintahan Jokowi-JK, informasi mengenai penyaluran dana desa perlu digalakkan secara serentak. Dirjen Komunikasi Informasi Publik Kementerian Informasi dan Komunikasi, Rosarita Nikken Widiastuti menjelaskan bahwa banyak hal terkait tata kelola pelaksanaan penggunaan dana desa yang perlu diinformasikan kepada para aparat desa.

“Karena kepala desa belum terbiasa membuat pelaporan dan rancangan anggaran belanja dengan tata cara pemerintah,” ujar Rosarita dalam sambutannya di acara Diskusi Tematik Bakohumas dengan tema “Mengawal Dana Desa” di Jakarta, Selasa (23/8).

Menurut Rosarita, banyak kepala desa yang merasa mendapatkan intimidasi dari LSM ataupun wartawan yang kurang bertanggubg jawab. Sehingga, banyak kepala desa yang takut untuk menggunakan dana desa.

“Oleh karena itu, kita (pemerintah) harus lebih massif dalam memberikan informasi terkait program prioritas seperti dana desa. Harus ada spesifikasi khusus di website tiap kementerian terkait dana desa,” ujarnya.

Forum koordinasi antar Humas kementerian, menurut Rosarita bisa dimanfaatkan untuk menyusun narasi tunggal terkait informasi apa yang perlu disampaikan ke masyarakat terkait program dana desa.

“Informasinya dari kemendes tapi desimenasinya bisa kita keroyok rame-rame. Kominfo sedang menyusun JPP (jaringan pemberitaan pemerintah) dari semua kementerian. Mari kita manfaatkan media kita ini,” tandasnya.

Selain untuk mensosialisasikan program-program prioritas, Bakohumas juga diharapkan bisa lebih cepat merespon isu-isu yang berpotensi negatif terhadap pemerintah.

“Jadi kita harus aware ke media. Kita harus cepat merespon isu-isu yang bisa mengurangi rasa kepercayaan masyarakat terhadap presiden. Bakohumas harus merubah paradigma. Kita harus bertransformasi,” tandasnya.

Semenatara itu, Sekjen Kemendesa Anwar Sanusi menekankan tiga isu utama yang harus diperhatikan dalam program dana desa. “Pertama adalah penyaluran, kedua penggunaan dan ketiga adalah pengawasan dana desa,” ujar Anwar.

Dalam hal pengawasan, menurut Anwar koordinasi lintas lembaga dan kementerian dengan memanfaatkan media yang ada penting dilakukan. “Pengawasan dana desa ada yang bersifat vertikal dan horizontal. Semua lembaga dan masyarakat perlu turut serta mengawasi dana desa,” imbuhnya.
—————
Foto:
Sekretaris Jenderal (Sekjen) kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi membuka acara Forum Tematik Bakohumas dengan tema Mengawal Dana Desa yg dihadiri oleh Rosarita Niken Widiastuti/ Ketua Bakohumas/ Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, dengan pembicara prof. Kacung Marijan dan Dirjen PPMD Prof. Ahmad Erani Yustika, di Jakarta (23/8/2016). http://setjen.kemendesa.go.id/view/detil/30/humas-lintas-kementerian-sepakat-sosialisakan-penggunaan-dana-desa

Inilah Alasan Adanya Program Inovasi Desa

Program Inovasi Desa (PID) dari Kementerian Desa PDTT ini muncul, karena program yang ada di desa dianggap belum beragam. Di desa-desa masih banyak infrastruktur.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Bina Pemdes Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, Ir Heru Suseno MT, dalam pembukaan pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa di Malang, Selasa malam (22/8).

“Program pemberdayaan yang lebih kontinyu masih belum, sehingga muncul PID,” ungkap Heru.

Heru mengatakan, dalam pelatihan Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), pihaknya sengaja melibatkan Dinas PMD Kabupaten.

“Ini dalam rangka mensinergikan. Mendampingi desa sebenarnya tugasnya Kabupaten, tapi bisa didampingi Tenaga Pendamping Profesional,” jelasnya.

Muhammad Ashari, Tenaga Ahli Pengembangan Kapasitas dan Kaderisasi Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) 4 Jawa Timur, menjelaskan, PID merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas.

“Program ini dalam rangka mempercepat proses-proses pembangunan dan pemberdayaan di desa”, ungkapnya.

Yossy Suparyo, Anggota Pokja Desa Kemendesa PDTT, yang hadir sebagai pelatih mengatakan, masyarakat Indonesia masih banyak yang membeli produk luar. Itu lantaran pengetahuan yang dimiliki sebagian besar masyarakat masih berada dalam benak (tacit knowledge).

Menurut Yossy, ini berbeda dengan kebanyakan masyarakat di negara lainnya, dimana pengetahuan masyarakatnya merupakan pengetahuan yang tertuang (explicit knowledge).

“Kita ingin, melalui PID ini nantinya, pengetahuan masyarakat yang masih berada dalam benak ini, yang sifatnya individual, bergerak lebih massif menjadi pengetahuan masyarakat, tertuang dan dapat dipraktikkan,” ungkapnya.

Yossy optimis, para Pendamping Ahli yang menjadi peserta pelatihan, bisa mempercepat proses ini.

“Kita yang bergerak di dunia pemberdayaan, tidak boleh membagi beban atau masalah. Kita harus berbagi referensi menang, bukan referensi kalah. Kita harus berfungsi sebagai empowering, untuk menambah daya bagi masyarakat yang kita dampingi,” ucapnya dengan nada berapi-api.

 

Hingga hari ketiga pelatihan ini, para Tenaga Ahli P3MD bersama Staf Dinas PMD Kabupaten se-Provinsi Jawa Timur terlihat antusias mengikuti pelatihan. Bahkan pada sesi praktik, mulai dari pembuatan website inovasi desa hingga simulasi bursa inovasi desa, masing-masing peserta berbagi peran mulai dari “menjadi” Kepala Desa hingga Bupati.
(Andiono)

Tenaga Ahli Harus Mengawal Dana Desa

“Setiap tenaga ahli harus mengawal Dana Desa dengan baik dan benar. Terutama pada saat musyawarah desa dan dalam menyusun APBDesa,” ujar Agus Wahyudi, kepala DPMD Jawa Timur dalam pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat provinsi Jawa Timur.

Pelatihan yang digelar disebuah hotel di kota Malang ini digelar mulai tanggal 22-26 Agustus 2017. Turut serta dalam pembukaan juga dihadiri Kepala Bidang Bina Pemdes, Heru Suseno sebagai ketua panitia pelaksana. Didampingi pula ketua KPW4 Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad.

Dalam sambutannya, Agus mengharapkan tenaga ahli Desa harus lentur dalam berkomunikasi. “Bisa menjadi siapapun untuk menghadapi siapapun, perangkat desa, kyai atau pemuda-pemuda di desa”, imbuh Agus. Menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur, Agus mengajak para peserta pelatihan dari 30 kabupaten/kota, bagaimana untuk berusaha terus menurunkan angka kemiskinan.

Menjelang akhir prakatanya di depan ratusan peserta, Agus berharap alokasi dana desa pada bidang Infrastruktur bisa dikurangi dan alokasi dana desa pada pemberdayaan masyarakat perlu ditambah.


Seperti diketahui, saat ini alokasi dana desa masih banyak untuk peruntukan pembangunan infrastruktur fisik desa. Nyaris meniadakan pembangunan manusia pada program pemberdayaan masyarakat di pedesaan agar lebih mandiri.

Pendamping Desa Ini Langsung Bina Pemuda Desa dengan Keterampilan Khusus

GAMBIRAN – Untuk mengurangi pengangguran di desa, Burhanudin salah satu Pendamping Lokal Desa asal Kecamatan Blimbingsari beri keterampilan produksi alat dapur berbahan almunium.

Kegiatan yang dilaksanakan di DesaWringinagung, Kecamatan Gambiran ini di ikuti oleh 20 peserta. Dari perwakilan desa setempat dan Dinas Perdagangan Banyuwangi.

“Untuk langkah awal ini kami melakukan pemberian materi dan langsung praktek membuat produksi alat dapur (sayangan),” kata Burhanudin tutor sekaligus menjadi pendamping desa. Jum’at (25/8/2017).

Keterampilan yang bertujuan selain untuk mengurangi pengangguran di tingkat pemuda, juga memberikan inovasi terobosan pekerjaan baru bagi kaum muda agar betah di rumah.

“kita lihat pemuda kalau tidak menganggur ya merantau, kegiatan ini kita coba untuk mengurangi itu semua,” ungkapnya.

Kegiatan ini di sambut positif oleh pemuda desa, nampak pemuda dengan aktif mengikuti pelatihan tersebut. Seperti yang di utarakan Imam, yang mengaku senang karena bisa mengikuti pelatihan ini sepulang dari perantauannya.

“Alhamdulilah mas, seusai pulang dari Bali saya bisa mengikuti kegiatan ini, semoga nanti bisa produksi sendiri,” ucapnya sambil tertawa senang.

Rencananya kegiatan ini akan di laksanakan selama lima hari dan akan berahir pada tanggal 29 Agustus nanti.

Sumber : http://www.suarabanyuwangi.com/2017/08/pendamping-desa-ini-langsung-bina.html

Pendamping Desa Harus Melegenda

Program Pendampingan Desa itu sangat luas. Pendamping Desa mendampingi pembangunan dan pemberdayaan desa. Untuk mengembangkannya, dibutuhkan inovasi desa, baik itu dalam pembangunan, pemberdayaan, maupun aspek wirausahanya.

Demikian disampaikan Nurrohman Joko Wiriyano, Koordiator Grand Master Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa PDTT, dalam penutupan Peningkatan Kapasitas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa P3MD Provinsi Jawa Timur, Sabtu (26/8).

Menurut Grand Master yang akrab disapa Joko Gundul ini, seluruh aspek pengembangan dalam program Pendampingan Desa ini ada dalam Program Inovasi Desa (PID).

Joko menjelaskan, dalam program inovasi desa ini, area agraria akan dilatih pengembangan agraria. Area gambut dilatih pengembangan gambut.

“Pelatihan ini harus ada output yang nyata, ada rencana kerja tindak lanjutnya,” tegasnya.

Joko berharap, Jawa Timur bisa menjadi showroom inovasi desa. Itu karena selama ini, Jawa Timur senantiasa menang dalam setiap lomba.

“Tujuannya adalah, desa-desa di Jawa Timur menjadi desa sejahtera, adil dan makmur.
Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, dengan program inovasi desa ini, kita buktikan kita bisa”, ungkapnya.

Joko mengatakan, pasca pelatihan ini, para Pendamping Ahli harus berkoordinasi dan melakukan konsolidasi dengan DPMD dan PD PLD di masing-masing Kabupaten.

“Mumpung masih pada masa masa perencanaan desa. Kita masih bisa kejar Musrenbang desa. Bagaimana jika sudah? Minimal sosialisasikan PID ini. Item-item yang ada dalam inovasi desa masuk dalam perencanaan desa. Harapan kita, minimal ada bursa inovasi,” ucap Joko.

Menurut Joko, dalam pendampingan tidak boleh ada kata berat.

Joko memotivasi, bahwa para pendamping harus memiliki niatan sungguh-sungguh.

“Ini tantangan bagi kita. Tujuanya, program ini untuk mengentaskan kemiskinan. Dalam Indeks Desa Membangun (IDM), desa menjadi desa mandiri. Masyarakatnya punya standar akses kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya”, pungkasnya.

Andry Dewanto Ahmad, Koordinator Pendamping Provinsi Jawa Timur mengatakan, ada tiga belas fungsi pendamping desa. Di antaranya, memfasilitaai demokratisasi desa, kaderisasi desa, pembentukan dan pengembangan lembaga kemasyarakatan desa, pembentukan dan pengembangan pusat kemasyarakatan (community center) di desa dan/atau antar desa.
Menurutnya, fungsi-fungsi Pendampingan Desa akan berhasil jika yang mengerjakan itu Pejuang Pendamping Desa.

“Caranya, ikuti filosofi para pejalan. Pindah ke tempat yang satu ke tempat lainnya. Nama mereka selaku Pendamping bisa melegenda. Mereka bisa mengubah mental aparat, mengajak masyarakat terlibat aktif dan berpartisipasi. Jika ini terwujud, dahsyat itu”, ungkapnya, memotivasi Pendamping Ahli.

Andry mengungkapkan, jika Program Pendampingan Desa ini tidak berhasil memandirikan desa, maka ini akan menjadi peristiwa paling memalukan di era pak Jokowi.

“Jika ini berhasil, bukan hanya Pak Jokowi yang tenar, para pendampingnya pun akan menjadi catatan sejarah”, ungkapnya.

Drs Damin MSi, Kasi Perencanaan Pembangunan Desa DPMD Provinsi Jawa Timur berharap, produk pelatihan ini adalah adanya para pelatih, yang akan mengadakan pelatihan di daerah masing-masing.

“Outputnya, para pendamping ahli siap memfasilitasi PID di kabupaten masing-masing,” pungkasnya. (Andiono)

Sekilas Tentang Panin Bank

Didirikan 17 Agustus tahun 1971 dan memperoleh izin sebagai bank devisa tahun 1972, PaninBank merupakan hasil merger Bank Kemakmuran, Bank Industri Djaja Indonesia dan Bank Industri & Dagang Indonesia. Keputusan PaninBank untuk menjadi Bank pertama di Indonesia yang go-public pada tahun 1982, mencerminkan tingginya kepercayaan diri Bank yang masih terus terjaga hingga hari ini. Dengan fundamental yang kuat, PaninBank berhasil melewati krisis keuangan Asia 1998 sebagai Bank Kategori A, dan selanjutnya melangkah maju mengembangkan produk dan layanannya di bidang Perbankan Ritel dan Komersial.
Dengan tetap mempertahankan pendekatan sebagai bank lokal dengan pelayanan personal, PaninBank memanfaatkan reputasi yang telah terbina sekian lama di segmen perbankan korporasi, untuk berkembang menjadi salah satu bank SME terdepan di Indonesia, serta membangun basis nasabah ritel yang kuat. Melalui beragam produk dan layanan di segmen perbankan Konsumer, SME dan Mikro, Komersial, Korporat, dan Tresuri, PaninBank terus menjaga komitmen untuk tumbuh dengan kompetensi yang telah teruji dalam menciptakan nilai sejalan dengan prinsip kehati-hatian.
Dalam perkembangan yang terakhir, PaninBank terus meningkatkan penerapan proses tata kelola internal yang baik, dan secara efektif memanfaatkan sistem Teknologi Informasi untuk menjawab tuntutan pertumbuhan Bank yang dalam satu dekade ini terus menunjukkan kinerja yang solid. Hingga akhir tahun 2015 Panin Bank memiliki total aset sebesar Rp183,2 triliun atau merupakan salah satu dari 10 besar bank nasional. Kredit yang diberikan sebesar Rp126,8 triliun dan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp128,3 triliun dan modal sendiri sebesar Rp 30,9 triliun.
PaninBank terus meningkatkan produk dan pelayanan yang inovatif dan bernilai tambah melalui cross selling dengan Perusahaan Anak dan perusahaan afiliasi, terutama produk-produk perbankan syariah dan produk bancassurance yang dipasarkan melalui Divisi Wealth Management.
Saat ini Panin Bank mampu menyediakan kenyamanan pelayanan sebagaimana yang diinginkan dan layak didapatkan oleh nasabah berkat jaringan kantor cabangnya yang terus bertambah dan kini mencapai 566 kantor cabang dan 1.023 jaringan ATM yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Kedua pemegang saham utama, yakni PT Panin Financial Tbk (46,04%) dan ANZ Bank melalui Votraint No 1103 Pty Ltd (38.82%), memberikan dukungan strategis bagi Bank untuk mencapai tujuan perusahaan. Kepemilikan saham publik di Panin Bank pada akhir tahun 2015 adalah 15,14%, yang terdiri dari pemegang saham domestik dan internasional, institusi dan individu.

Misi dan Strategi

Misi

Mentransformasikan Panin Bank menjadi salah satu bank terkemuka dalam perbankan konsumen dan bisnis di Indonesia.

Strategi

  • Nasabah
    Fokus pada nasabah, memahami kebutuhan mereka dan memberikan layanan terpadu dan bernilai tambah.
  • Produk
    Mengembangkan dan mendistribusikan produk-produk yang inovatif untuk mendukung keberhasilan bisnis nasabah.
  • Distribusi
    Membangun kemampuan saluran distribusi multi-channel untuk menjangkau bisnis nasabah di seluruh Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
  • Efesiensi
    Merekayasa ulang proses pelayanan untuk mempercepat transaksi nasabah dan memberikan pelayanan yang efisien dan kompetitif melalui perkembangan teknologi.
  • Staf
    Mempertahankan dan meningkatkan budaya perusahaan untuk menghargai sepenuhnya pencapaian individu dan terus memotivasi karyawan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik serta meningkatkan produktivitas yang lebih tinggi.
  • Pemegang Saham
    Mendayagunakan ketangguhan bisnis inti dan franchise value kami untuk mencapai kinerja yang memuaskan agar dapat memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).

Saat ini Bank Panin merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia dengan beragam produk pelayanan perbankan serta kantor cabang yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.  Sejarah panjang Bank Panin di mulai ketika didirikan pada tanggal 17 Agustus tahun 1971 dan memperoleh izin sebagai bank devisa tahun 1972.  Bank Panin merupakan hasil merger Bank Kemakmuran, Bank Industri Djaja Indonesia dan Bank Industri & Dagang Indonesia.  Bank Panin mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1982, dan berkat fundamental yang kuat telah berhasil melewati krisis moneter pada tahun 1998 dengan selamat dengan kategori A terus melangkah maju untuk mengembangkan produk dan layanannya dibidang perbankan baik ritel dan komersial.

Saat ini Bank Panin mampu menyediakan kenyamanan pelayanan sebagaimana yang diinginkan dan layak didapatkan oleh nasabah berkat jaringan kantor cabangnya yang terus bertambah dan kini mencapai 560 kantor cabang  dan 1.009 jaringan ATM yang tersebar dari Aceh hingga Papua.  Berbagai produk perbankan telah diluncurkan untuk mendukung gerak perekonomian negara dan masyarakat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah yang membutuhkan sarana untuk berinvestasi yang aman dan nyaman, salah satunya adalah dengan produk simpanan Deposito Panin Rupiah.

Sekilas Mengenai Deposito Panin Rupiah

Sebagaimana komitmen Bank Panin sejak dahulu hingga sekarang yang ikut mendorong suksesnya perekonomian Indonesia dan menciptakan iklim investasi yang aman dan minim resiko bagi masyarakat, maka diluncurkan produk Deposito Panin Rupiah.  Dengan menjadi nasabah Deposito Panin Rupiah, Anda akan mendapatkan berbagai keuntungan dan manfaat serta edukasi bagaimana menginvestasikan uang yang Anda miliki melalui produk yang aman dan tanpa resiko.  Investasi ini sangat cocok bagi nasabah yang memiliki profil konservatif, yang tidak ingin mengambil resiko kehilangan uang akibat investasinya.  Berikut gambaran beberapa gambaran singkat yang akan membantu Anda menentukan pilihan yang cocok berinvestasi dengan Deposito Panin Rupiah.

  1. Tingkat suku bunga yang bervariasi dan kompetitif yang akan memberikan return atau imbal balik signifikan bagi setiap deposan.  Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, Bank Panin sejak puluhan tahun lalu telah mengelola banyak produk perbankan dan kesemuanya memberikan hasil yang sangat memuaskan bagi kedua belah pihak, pihak Bank Panin dan Nasabah.  Untuk itu, Deposito Panin Rupiah merupakan sarana yang cocok untuk menginvestasikan dana Anda plus mendapat berbagai keuntungan dan fasilitas yang memberikan Anda lebih dari sekedar sebuah tawaran return yang menarik.
  2. Tersedia berbagai pilihan jangka waktu yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan Anda, mulai dari 7 hari, 14 hari, 1 bulan, 3, 6 hingga 12 bulan yang kesemuanya memberikan keuntungan nilai investasi yang tinggi.
  3. Tersedia dalam mata uang Rupiah (Rp).
  4. Untuk Anda, Bank Panin mempersembahkan kemudahan pada saat pencairan atau perpanjangan Deposito Panin Rupiah dengan fitur Automatic Roll Over (ARO) di mana deposito Anda akan diperpanjang secara otomatis setelah jatuh tempo, dalam hal ini termasuk jumlah pokok atau jumlah pokok beserta bunga.
  5. Bunga yang Anda dapatkan dapat dipindahbukukan ke rekening tabungan Anda di Bank Panin, mulai dari Tabungan Panin, Tabungan Bisnis Panin, atau Giro Panin, yang kesemuanya memberikan extra kemudahan untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.
  6. Jaringan kantor yang luas, serta fasilitan pelayanan secara online untuk lebih dari 500 kantor cabang Bank Panin di seluruh Indonesia.

Beberapa Kelebihan Deposito Panin Rupiah

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia dan telah terbukti ketangguhannya dalam melewati krisis ekonomi tahun 1998, Bank Panin telah memiliki pengalaman yang lebih dari cukup untuk memahami bagaimana mendesain sebuah produk perbankan yang sangat dibutuhkan masyarakat, yang memberikan berbagai keuntungan sehingga masyarakat lebih aman dan nyaman dalam bertransaksi.  Berikut beberapa fitur yang membuat Deposito Panin Rupiah memiliki beberapa kelebihan, yaitu :

  • Jaminan kenyamanan dalam menginvestasikan dana melalui Deposito Panin Rupiah karena dukungan suku bunga yang kompetitif dan jaminan keamanan atas dana yang tersimpan (sesuai syarat dan ketentuan Pemerintah).
  • Pilihan jangka waktu yang bervariasi dan sangat fleksibel sesuai dengan kebutuhan Anda, dan kesemuanya memberikan peluang untuk memberikan return atau nilai investasi yang tinggi bagi nasabah.
  • Tersedia pilihan jangka waktu yang sangat singkat yaitu 7 dan 14 hari sehingga sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin menyimpan uang ditempat yang aman dalam waktu singkat.
  • Deposito dapat diperpanjang secara otomatis dan tersedia pilihan fasilitas untuk memindahbukukan bunga yang diperoleh, apakah masuk pokok atau ditransfer ke rekening tabungan Bank Panin untuk meringankan aneka transaksi bulanan Anda, seperti membayar tagihan kredit, tagihan listrik, telepon, dan sebagainya.
  • Menawarkan kesempatan untuk Anda memiliki passive income setiap bulan tanpa harus kehilangan sejumlah dana yang tersimpan dalam Deposito Panin Rupiah.

 

Keuntungan dan Kegunaan Deposito Panin Rupiah

Seperti halnya produk perbankan yang diluncurkan oleh Bank Panin Lainnya, Deposito Panin Rupiah juga memberikan aneka keuntungan dan manfaat yang besar bagi nasabahnya, yaitu :

  • Dapat dijadikan sarana berinvestasi karena menawarkan return atau imbal balik yang cukup signifikan sesuai dengan besarnya dana yang Anda simpan dalam bentuk deposito. Selain itu, berinvestasi dengan deposito lebih aman dan bebas resiko karena telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dibentuk oleh pemerintah.
  • Suku bunga yang kompetitif serta dihitung dengan jumlah hari yang sebenarnya sehingga lebih menguntungkan dibandingkan produk simpanan yang lain.
  • Jaringan kantor cabang yang luas lebih dari 500 cabang di seluruh kota Di Indonesia, sehingga akan memudahkan Anda melakukan berbagai transaksi keuangan dari mana saja dan kapan saja.
  • Menyimpan dana melalui deposito dalam jangka waktu tertentu akan memberikan kesempatan bagi Anda membuat rencana bisnis atau kehidupan untuk masa depan, dan dengan mudah dapat Anda cairkan setelah dibutuhkan atau setelah jangka waktu berakhir.

 

Syarat Pembukaan Rekening Deposito Panin Rupiah

Dengan segala keuntungan serta fasilitas yang ditawarkan, Anda tertarik untuk membuka rekening Deposito Panin Rupiah, maka sejak saat ini segera siapkan persyaratan yang dibutuhkan, yaitu :

  1. Mengisi dan menandatangani formulir permohonan pembukaan rekening yang telah disediakan.
  2. Membawa dan menyerahkan fotokopi identitas diri yang masih berlaku, berupa KTP/SIM/Pasport dan NPWP untuk Warga Negara Indonesia dan KITAS/Pasport untuk Warga Negara Asing.
  3. Setoran awal minimal Rp. 10.000.000,- untuk semua jangka waktu deposito mulai dari 7 hari, 14 hari, 1 bulan, 3, 6, 12, dan 24 bulan.
  4. Membayar biaya-biaya :
    • Biaya materai pada saat pembukaan dan pencairan deposito.
    • Pajak bunga sesuai ketentuan yang berlaku (2%).
    • Pencairan sebelum jatuh tempo dikenakan biaya pinalti sebesar 6%.

Untuk informasi lebih lanjut segera kunjungi kantor cabang terdekat Bank Panin atau menghubungi layanan 24 jam Call Panin di 1500678 atau 60678 (via ponsel).

Jiwasraya Knowledge Sharing : Mengelola Investasi dengan Tepat

Jiwasraya Knowledge Sharing (JKS) 48 yang rutin dilaksanakan setiap bulan di Jiwasraya kembali membuat gebrakan dengan mengusung tema yang sangat menarik. Kali ini tidak tanggung-tanggung, karena materi yang berkaitan dengan investasi, tentu banyak mengundang rasa keingintahuan dari audience yang hadir. Selain itu, JKS 48 kali ini juga makin semarak dengan beragam hadiah-hadiah menarik yang ditawarkan Jiwasraya dan PT. Indo Premier Investment Management, antara lain berupa undian Grandprize 15 Lot investasi Reksadana ETF XISC setara Rp 1 Juta untuk 5 orang pemenang, Voucher Belanja dan beragam hadiah lainnya. JKS 48 dilaksanakan di Ruang Galeri, Kantor Pusat Jiwasraya pada Jumat, 7 April 2017.
Hadir dalam acara tersebut General Manager Operasional & Pelayanan, Danang Suryono yang turut membuka JKS 48 secara resmi. Beliau juga menyampaikan sebuah pepatah lama yang menurutnya keliru yakni menabung pangkal kaya, karena tabungan masih tergerus dengan adanya inflasi tiap tahun. Untuk itu dibutuhkan kiat dalam berinvestasi dengan tepat.
Tema yang diangkat dalam JKS 48 kali ini adalah “Bagaimana Mengelola Investasi yang Tepat” yang dibawakan langsung oleh Chief Investment Officer and Director PT. Indo Premier Investment Management, Ernawan Rahmat Salimsyah, CFA yang akrab disapa Pak Awan. Sebelumnya, beliau memulai karir pada 2003 sebagai Portofolio Manager di PT. Danareksa Investment Management. Beliau Lulusan Matematika Sains (S.Si) Institut Teknologi Bandung dan meraih Master of Applied Finance (MappFin) dari University of Newcastle, Australia. Pria yang sudah memakan asam garam pasar modal ini sudah mengantongi beberapa profesional kualifikasi, yakni sebagai Analis Keuangan, Investment Manager Representative dan Lisensi Broker.
Dalam materi yang disampaikan, Pak Awan memaparkan bagaimana sesungguhnya keadaan ekonomi secara makro global dan makro nasional Indonesia. Ada beberapa indikator dalam menganalisa perekonomian yakni secara analisis tekhnikal, sentimen dan fundamental, namun penekanan lebih diutamakan pada analisis fundamental yang melihat lebih banyak keadaan makro ekonomi dan politik suatu negara yang kemungkinan berpengaruh pada pergerakan saham. Masih banyak lagi hal-hal yang disampaikan dan banyak sekali pengetahuan baru di JKS 48.
Untuk itu kita tunggu Sharing Knowledge lainnya di JKS 48 selanjutnya.